Desain Ruang Farmasi dan Tips

     PRINSIP UTAMA  pada perancangan pembuatan atau pemakaian gudang Farmasi adalah adanya ketentuan parameter dan prasyarat untuk mencapai Indeks Efisiensi dan efektifitas yang optimum, terjaminnya mutu dan jumlah obat untuk pelayanan distribusi.

     Faktor yang mempengaruhi desain gudang Farmasi adalah : kebebasan bergerak, sistematika penyusunan, kapasitas, kebutuhan ruangan/luas, penyimpanan khusus, biaya, lokasi, sirkulasi udara/cahaya, pemeliharaan serta keamanan.

A. KEBEBASAN DAN EFISIENSI GERAKAN

     Gunakan sistem satu lantai, adanya sekat akan membatasi pengaturan barang atau obat-obatan. Jika digunakan sekat harus diperhatikan posisi dinding dan pintu untuk memudahkan gerakan. Luas jalan/gang perlu diperhatikan untuk memudahkan pengambilan obat dan untuk menjamin sirkulasi udara yang baik

B.SISTEMATIKA PENYUSUNAN DAN UKURAN RUANG

     Penyusunan obat dan perbekalan farmasi lainnya merupakan faktor yang menentukan bagaimana gudang dirancang, termasuk bagaimana pengelompokan dilakukan.

     Pengelompokan berbagai jenis, jumlah, volume dan kondisi penyimpanan khusus, dapat dilakukan berdasarkan farmakologi, produsen/sumber dana, kelompok farmasetika, atau hal-hal lain. Misalnya pengaturan dilakukan berdasarkan kelas terapi, indikasi klinis, urutan abjad, dan atau tingkat pemakaian.

      Pengelompokan apapun yang dipakai, harus diperhitungkan dan diupayakan seoptimum mungkin persentase pemakaian luas dan persentase pemakaian volume ruangan yang terpakai. Pencapaian angka maksimal dari indeks tersebut dilakukan dengan pengaturan dan penempatan rak dan penggunaan pallet yang tepat sekaligus akan dapat meningkatkan sirkulasi udara dan gerakan barang.

1

C. KAPASITAS

     Setiap gudang mempunyai kapasitas penyimpanan yang maksimum yang dipengaruhi oleh seberapa besar ruangan yang digunakan untuk kepentingan lain seperti ruang administrasi, ruang karantina, ruang pelayanan dan lain sebagainya. Setiap gudang mempunyai kondisi dan kegiatan yang berbeda, tergantung pada lokasi dan pengelolaan gudang atau distribusi di wilayah tersebut. Keadaan ini berpengaruh terhadap kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk penyimpanan obat.

2

3

D. KEBUTUHAN LUAS VOLUME GUDANG

     Jumlah obat yang akan disimpan tergantung pada rencana pengadaan, rencana kedatangan, rencana distribusi dan kemungkinan adanya pengembalian perbekalan dari unit pelayanan karena rusak atau alasan lainnya.

     Kebutuhan luas dan volume ruangan yang dapat menampung jumlah maksimum obat dan perbekalan farmasi dalam waktu yang sama dapat diperkirakan dengan melakukan estimasi besarnya persentase pemakaian luas dan volume ruangan dan diperhitungkan juga luas dan volume ruangan yang digunakan untuk keperluan lain.

     Perhitungan jumlah maksimum dari obat dan perbekalan farmasi yang akan disimpan harus memperhatikan pengelompokan, mutasi penerimaan, pengolahan, atau penerimaan yang akan terjadi serta kenyamanan bekerja dan keamanan selama penyimpanan.

4

5

E. FIRST IN FIRST OUT (FIFO)

      Prinsip FIFO dalam penerimaan dan pengeluaran obat dan perbekalan farmasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendesain gudang. Gudang yang disusun untuk memudahkan proses FIFO, harus disesuaikan dengan cara penyimpanan yang memungkinkan dilaksanakannya proses FIFO. Jika prinsip FIFO yang digunakan pada desain gudang adalah dengan menggunakan sistem rak (masuk belakang, keluar di depan; masuk di kanan keluar di kiri) yang akan berbeda dengan sistem FIFO yang menggunakan sistem blok (barang ditumpuk pada waktu penerimaan, kemudian dibalik atau ditumpuk ulang dengan cara menempatkan barang yang di atas menjadi di bawah). Kebijakan mengenai FIFO akan menentukan desain ruangan dan juga perlengkapan penyimpanan yang digunakan seperti rak dan pallet serta fasilitas lainnya seperti ventilasi, cahaya dan sumber daya manusia.

6

7

F. PENYIMPANAN KHUSUS

     Beberapa jenis obat memerlukan tempat penyimpanan khusus, termasuk diantaranya vaksin, narkotika dan bahan obat yang mudah terbakar. Vaksin memerlukan cold chain khusus dan harus dilindungi dari kemungkinan putusnya aliran listrik.

     Narkotika dan bahan berbahaya harus disimpan dalam lemari khusus dengan kunci ganda dan selalu dalam keadaan terkunci. Kunci harus disimpan oleh APA.

     Bahan mudah terbakar seperti alkohol dan eter harus disimpan dalam ruangan khusus, sebaiknya disimpan pada bangunan yang terpisah dari gudang induk.

8

9

G. BIAYA

     Aspek biaya yang diperhitungkan adalah biaya investasi yang diperlukan untuk membangun gudang dan biaya operasional yang diperlukan pada saat pemakaian gudang.

     Biaya investasi adalah biaya yang digunakan pada pembangunan gedung, serta penyediaan alat dan perlengkapannya. Sedang biaya operasional adalah untuk merancang penataan penyimpanan dan pemeliharaan gudang, sehingga biaya ini tidak hanya meliputi biaya pembayaran listrik, telepon, air, kebersihan dan keamanan akan tetapi juga meliputi biaya yang dibutuhkan akibat proses penempatan dan pengambilan obat dan perbekalan farmasi selama proses penerimaan, pengolahan, pengemasan dan penyerahan.

10

H. LOKASI

Dalam menentukan lokasi gudang perlu dipertimbangkan :

-Lokasi sumber suplai

-Faktor iklim dan geografis yang dapat mempengaruhi jalur distribusi

-Jumlah, tipe dan kapasitas gudang

     Tempat untuk mendirikan gudang hendaknya dapat meningkatkan kemampuan dalam penerimaan, memelihara dan mengirimkan obat ke unit pelayanan kesehatan.

I. SIRKULASI UDARA DAN CAHAYA

     Salah satu faktor penting dalam merancang gudang adalah adanya sirkulasi udara yang cukup di dalam gudang. Sirkulasi udara yang baik akan memaksimalkan umur hidup dari obat. Idealnya dalam gudang terdapat AC, namun biayanya menjadi besar untuk ruang gudang yang luas. Alternatifnya adalah penggunaan kipas angin yang apabila tidak mencukupi perlu dibuat ventilasi melalui atap.

     Lampu yang dipasang harus diperhatikan, baik kekuatan cahaya maupun letak. Lampu harus ditempatkan di atas gang atau jalan sehingga tidak terhalang oleh rak/lemari penyimpanan.

a. Pemeliharaan

Ruangan harus dirancang agar mudah dibersihkan

b. Aspek Keamanan

  Gudang harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menjamin obat dan perbekalan farmasi dalam keadaan aman yaitu dalam keadaan terlindung dan terjaga dari faktor-faktor kehilangan, kerusakan akibat banjir, suhu udara dan kebakaran.

    Untuk keperluan ini maka gudang harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran yang dipasang pada tempat yang mudah dijangkau, dan sebaiknya disediakan alarm yang dapat memberitahukan adanya awal kebakaran.

   Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan menjadikan sebuah masukan buat anda yang ingin membangun usaha di bidang farmasi. Untuk informasi selanjutnya mengenai konsep-konsep interior anda bisa menghubungi marketing kami, dan kami akan siap membantu anda.

Teks  di sajikan oleh:Alebet Sulistio

01 Sebtember 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>