Desain Partisi Minimalis

       MENCIPTAKAN ruang baru yang bukan merupakan ruang privat dalam hunian, tak perlu sampai merenovasi bangunan. Hadirkan saja dinding pemisah berupa penyekat ruang atau partisi.  Keindahan ataupun keunikan sebuah rumah bisa tercermin dari desain interior dan eksteriornya. Selain aksesori atau ornamen-ornamen kecil yang dapat memberi kesan cantik, komponen lain, salah satunya partisi, juga dapat menambah lengkap gaya hunian Anda.

       Partisi biasanya digunakan sebagai pelengkap dalam desain interior dari sebuah ruangan. Akan tetapi terkadang karena keterbatasan lahan yang dimanfaatkan sebagai ruangan maka penggunaan partisi sebagai sekat atau pembatas ruangan merupakan salah satu solusi tepat bagi Anda. Seperti pada beberapa contoh desain dibawah ini, partisi dimanfaatkan sebagai sekat antar ruangan karena keterbatasan lahan. Selain hal tersebut, sebuah partisi ternyata juga dapat menjadi faktor penting dalam sebuah desain interior ruangan. Selain itu, sebuah partisi juga sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai almari atau bahkan rak buku serta sebagai tempat untuk meletakan pernak pernik sebagai pemanis ruangan. Oleh karenanya terkadang partisi menjadi solusi pilihan dalam sebuah desain interior.

Partisi adalah bidang vertikal yang membatasi dua ruang. Biasanya berfungsi sebagai pembatas antara ruang satu dan yang lain. Menurut desainer interior kami, partisi dapat berfungsi sebagai pembeda ruang berdasarkan kegiatan, misalnya ruang makan dan ruang tamu. Tak hanya itu, partisi juga bisa membuat ruang menjadi lebih privasi, dalam arti partisi mampu membatasi aktivitas tertentu agar tidak terganggu oleh hal lain. Salah satu contoh yakni kamar tidur yang memiliki ruang ganti.

Dengan jenis material partisi yang beragam, Anda bisa aplikasikan sesuai kebutuhan, termasuk fungsinya sebagai pembatas ruang. Namun, sebaiknya cari atau pilih jenis material yang mudah dilakukan renovasi. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah melakukan eksperimen bentuk agar tidak menjemukan.


Apabila memungkinkan, beri pencahayaan khusus pada partisi buatan Anda agar bisa menjadi focal point,

    Yang terakhir, perhatikan material finishing-nya yang sesuai dengan konsep desain. Setelah semua jadi, Anda boleh beralih ke urusan yang lain, yakni mengharmonisasikan keberadaan partisi dengan furnitur yang ada di dalam ruangan agar tetap sejalan. Dalam hal ini Desainer kami menyarankan, bisa dicoba dengan menyamakan karakter materialnya. Ada juga alternatif lain, yaitu dengan menyamakan karakter warnanya. Semoga apa yang kami sampaikan bisa menjadikan acuan buat anda untuk melakukan pilihan warna dan ukuran dalam menentukan bentuk dan konsep partisi. Demikianlah sajian dari kami semoga bermanfaat buat anda. Silahkan menghubungi marketing kami untuk info lengkap tentang dunia desain interior.

Teks disajikan oleh:Alebet Sulistio//03-10-2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>